IBX5A6276CB6B4C7 Ini Surat Wasiat Dian Yulia Novi, Calon Pengantin Bom Bunuh Diri Bekasi - Macofel

Ini Surat Wasiat Dian Yulia Novi, Calon Pengantin Bom Bunuh Diri Bekasi

Dian Yulia Novi, merupakan calon pengantin bom bunuh diri yang tertangkap di Bekasi pada tanggal 10 Desember 2016 kemaren, ternyata memang telah menuliskan sebuah surat wasiat yang ditujukan untuk suami dan juga ayah serta ibunya. Dimana dalam surat pertama, dirinya minta izin serta pamit kepada sang suami agar bisa dapat nikmat syahid. Kemudian di surat lainnya yang ditujukan kepada orang tuanya, Dian meminta agar nantinya sang orang tua tidak membenci apa yang dilakukannya untuk bisa berbakti pada agama yang dipercayanya.

Penangkapan Dian Yulia Novi sendiri dilakukan di rumahnya yang berada di Jalan Bintara Bintara Jaya VIII Kota Bekasi. Dengan ditangkapnya Dian, terbukti bahwa jaringan teroris sendiri tidak hanya menggunakan istilah pengantin sebagai istilah pelaku bom bunuh diri pria saja, akan tetapi juga dikenakan untuk para pelaku bom bunuh diri wanita. Adapun Dian sendiri telah dipersiapkan pihak pelaku teror bom untuk meledakkan bom bunuh diri di Istana Negara pada hari Minggu, 11 Desember 2016. Hanya saja, aksinya urung terlaksana karena sebelum jadwalnya dirinya sudah diciduk oleh pihak Kepolisian.

Kabag Mitra Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Awi Setiyono, menyebutkan bahwa Dian Yulia Novi memang belakangan secara intensif melakuakn komunikasi dengan jariangan ISIS yang dikepalai oleh Bahrun Naim. Tidak hanya itu, bahkan Dian juga mendapatkan insentif sebesar Rp. 1 juta per bulannya untuk biaya masa penyamaran yang digunakan untuk membayar rumah kontrakan mereka selama masa penyamaran melalui orang bernama Nur Solihin.

Sementara itu, beberapa hari sebelum Dian melaksanakan aksinya, dirinya sempat menuliskan dua pucuk surat yang ditujukannya untuk sang orang tua. Dimana dalam surat tersebut, Dian meminta kepada kedua orang tuanya agar tetap melaksanakan ibadah sholat lima waktu. Dian pun berharap kepada orang tuanya, agar tidak membencinya mengenai jalur menjadi ‘Pengantin’ yang telah dipilihnya untuk mati syahid.

Isi surat tersebut, dikutip dari Tribunnews.com adalah sebagai berikut.

Jaman Rasulullah Tidak Ada Tahlilan

Ya sudah, jaga diri kalian baik-baik. Semua yang terjadi karena kehendak Allah, dan apa yang saya lakukan bukan tanpa ilmu. Saya tau mana yang baik dan mana yang buruk.

Ingat pesanku ya, shalat 5 waktu dan jangan pernah menyekutukan Allah, dan jauhi segala larangannya.

Dan bila kalian ingat pesanku, Insya Allah kelak kita akan berkumpul kembali di alam yang lebih indah.

inilah caraku berbakti pada agama dan pada kalian orangtuaku. Jangan pernah kalian membenci jalanku ini…

Allah bersama orang-orang yang beriman

Sayang dan cintaku untuk kalian, dari anakmu

Tertanda
(Dian Yulia Novi) 

Ada pula surat wasiat lain yang ditujukan kepada sang suami yang baru beberapa waktu dinikahi. Dalam surat itu, Dian meminta sang suami ridha atas jalan yang ditempuhnya. Dian juga meminta didoakan agar aksinya, yang disebutnya ‘daganganku’ diterima oleh Allah.

Surat wasiat Dian untuk sang suami, dikutip dari detikcom adalah seperti di bawah ini.

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Bismillah….

Segala puji bagi Allah Ta’alla kabb semesta alam. Sholawat dan salam tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabatnya.

Wahai mujahidku…

Kita berjumpa dan berpisah karena Allah SWT dan mengharapkan ridho-Nya…Bismillah. Puji syukur Allah Ta’alla telah memperjodohkan kita walau hanya sekejap. Mungkin tak banyak kenangan di antar kita, namun Alhamdulillah sudah lebih cukup bagiku merasakan indahnya sebagai istri walau kusadar masih jauh dari predikat istri sholehah.

Dan Afwan A Bila saya selama menjadi istri Aa mempunyai banyak salah dan dari segala sikapku yang kurang berkenan di hati antum, saya berharap Aa dapat mengikhlaskan dan meridhai kepergianku, karena kusadar ridha dan keikhlasan Aa sebagai suami sangat penting untukku.

Doakan saya juga supaya daganganku juga diterima di sisi-Nya dan mendapatkan nikmat syahid…Amiin Allohumma Amiin.

dan seiringnya waktu Alhamdulillah cinta itu tumbuh dan semoga abadi sampai jannah-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *